Musyawarah Penuh Keakraban, SMK Muhammadiyah 1 Tempel Bentuk Komite Sekolah Periode 2026–2029

Musyawarah hari itu bukan hanya menghasilkan sebuah susunan kepengurusan, tetapi juga memperlihatkan satu semangat: bahwa pendidikan akan tumbuh lebih kuat ketika dikerjakan bersama, dengan kesediaan untuk mendengar, memahami, dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Mutemsa — Bersama Bertumbuh, Bersama Berkemajuan.

Pengurus Komite Sekolah dengan Staf Pimpinan Sekolah

TEMPEL — SMK Muhammadiyah 1 Tempel (Mutemsa) membentuk dan mengukuhkan Pengurus Komite Sekolah periode 2026–2029 melalui proses musyawarah yang berlangsung hangat, terbuka, dan penuh semangat kebersamaan, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tempel, H. Samsul Alam, M.S.I., serta sejumlah unsur yang mewakili pakar pendidikan, tokoh masyarakat, dan orang tua. Pembentukan komite menjadi bagian dari ikhtiar sekolah untuk memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars Muhammadiyah. Suasana kemudian berlanjut dengan sambutan Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto, S.Pd., M.S.I., yang sekaligus memaparkan profil dan perkembangan Mutemsa.

Dalam paparannya, Kepala Sekolah menyampaikan gambaran mengenai kondisi sekolah, sumber daya pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, kompetensi keahlian, berbagai program pengembangan, serta potensi yang masih dapat dikembangkan. Paparan tersebut menjadi pijakan bersama sebelum memasuki pembahasan pembentukan Komite Sekolah.

Musyawarah yang Tidak Sekadar Menentukan Jabatan

Setelah pemaparan profil sekolah, Kepala Sekolah menyampaikan draft susunan Pengurus Komite SMK Muhammadiyah 1 Tempel periode 2026–2029. Draft tersebut tidak langsung ditetapkan, tetapi terlebih dahulu dibuka ruang untuk tanggapan dari masing-masing calon pengurus.

Proses inilah yang membuat pembentukan Komite Mutemsa berlangsung cukup menarik. Para calon tidak sekadar menerima amanah berdasarkan nama yang tercantum dalam draft, tetapi menyampaikan pertimbangan masing-masing mengenai kesediaan, kapasitas, pengalaman, dan bentuk kontribusi yang dapat diberikan bagi sekolah.

Drs. Mujiyana, yang dalam draft diusulkan sebagai Ketua, menyampaikan pertimbangan secara terbuka mengenai amanah tersebut. Dalam suasana musyawarah, muncul pula pandangan agar kepemimpinan Komite Sekolah benar-benar diisi oleh sosok yang memiliki kesiapan dan kemampuan untuk menjalankan amanah secara optimal.

Sementara itu, H. Samsul Alam, M.S.I., yang hadir mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tempel, menegaskan kesiapan untuk melaksanakan amanah sesuai hasil musyawarah dan susunan yang disepakati. Sikap tersebut menunjukkan pentingnya komitmen bersama dalam mendukung pengembangan pendidikan di Mutemsa.

Dari unsur orangtua dan masyarakat, Muh. Tharom juga menyampaikan bahwa kehadirannya lebih sebagai perwakilan PP Baitul Qowwam. Ia mengingatkan bahwa masih banyak unsur yang lebih senior dan memiliki pengalaman yang dapat dilibatkan. Pandangan tersebut menjadi bagian dari dinamika positif dalam proses pembentukan kepengurusan.

Hal senada juga disampaikan Dra. Hj. Yayuk Murwati. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, termasuk hadirnya era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan teknologi informasi, ia memberikan pandangan bahwa pengelolaan administrasi Komite Sekolah perlu disesuaikan dengan tuntutan zaman. Pertimbangan tersebut menjadi salah satu masukan dalam pembahasan posisi sekretariat.

Sementara itu, Hj. Siti Rofingah menyampaikan pandangan dengan penuh ketawadukan. Di usia yang mendekati 70 tahun, ia berharap keterlibatannya dalam organisasi benar-benar memberikan manfaat. Baginya, apabila seseorang memasuki sebuah organisasi, kehadirannya semestinya membawa perubahan dan tambahan nilai positif serta kebermanfaatan, bukan sekadar menambah beban tanggung jawab.

Pandangan tersebut mendapat perhatian dalam musyawarah. Dialog yang berlangsung menunjukkan bahwa pembentukan Komite Sekolah bukan semata-mata persoalan pembagian jabatan, melainkan upaya menemukan komposisi yang memungkinkan setiap anggota memberikan kontribusi sesuai pengalaman, kapasitas, dan kondisi masing-masing.

Komite sebagai Mitra Strategis Sekolah

Proses musyawarah tersebut sejalan dengan semangat Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang menempatkan Komite Sekolah sebagai lembaga mandiri yang berperan dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan melalui pemberian pertimbangan, dukungan, dan pengawasan. Regulasi tersebut juga menekankan prinsip gotong royong dalam pelaksanaan tugas Komite Sekolah.

Dalam konteks Mutemsa, prinsip tersebut diterjemahkan melalui keterlibatan berbagai unsur yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan. Komite diharapkan bukan sekadar menjadi pelengkap administrasi sekolah, melainkan menjadi mitra strategis yang mampu memberikan gagasan, membuka jejaring, menyampaikan aspirasi, serta memberikan dukungan bagi pengembangan sekolah.

Setelah seluruh peserta menyampaikan pandangan, draft susunan kepengurusan kemudian dimusyawarahkan dan disepakati. Berdasarkan keputusan tersebut, Drs. Mujiyana ditetapkan sebagai Ketua, Dra. Hj. Yayuk Murwati sebagai Sekretaris, dan Dra. Hj. Sri Heryati sebagai Bendahara. Sementara itu, H. Samsul Alam, S.Ag., M.S.I., Drs. H. Akhid Yusroni, M.S.I., Hj. Siti Rofingah, Muhammad Ali Akbar, S.Pd.I., dan Muh. Tharom ditetapkan sebagai anggota.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Tempel, Broto Purwanto, S.Pd., M.S.I., menyampaikan bahwa proses musyawarah tersebut justru menjadi modal awal yang baik bagi perjalanan Komite Sekolah.

“Yang terpenting bukan sekadar siapa yang mendapatkan posisi, tetapi bagaimana setiap orang yang terlibat dapat memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sekolah. Komite kami harapkan menjadi ruang kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan Persyarikatan,” ungkapnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2029, SMK Muhammadiyah 1 Tempel berharap hubungan sekolah dengan orang tua, masyarakat, dan Persyarikatan Muhammadiyah semakin erat.

Musyawarah hari itu bukan hanya menghasilkan sebuah susunan kepengurusan, tetapi juga memperlihatkan satu semangat: bahwa pendidikan akan tumbuh lebih kuat ketika dikerjakan bersama, dengan kesediaan untuk mendengar, memahami, dan mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing.

Mutemsa — Bersama Bertumbuh, Bersama Berkemajuan.

#Berita
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT