"Tiga Bahasa, Satu Generasi Hebat!” Ibu Errista Dewanti Ajak Siswa SMK Muhammadiyah 1 Tempel Berani Berbicara Bahasa Inggris

__

Ibu Errista Dewanti, S.Pd menyampaikan amanat saat apel pagi hari Senin

Tempel, 12 Oktober 2026 — Kemampuan berbahasa menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perkembangan zaman. Pesan tersebut disampaikan oleh Ibu Errista Dewanti, S.Pd., selaku pembina apel pagi di SMK Muhammadiyah 1 Tempel pada Senin (12/10/2026). Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh siswa untuk menguasai tiga bahasa, yaitu bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris.

Ibu Errista menegaskan bahwa sebagai pelajar, siswa perlu membiasakan diri menggunakan ketiga bahasa tersebut sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Bahasa Indonesia harus tetap diutamakan sebagai bahasa nasional, bahasa Jawa perlu dilestarikan sebagai bagian dari budaya daerah, sedangkan bahasa Inggris perlu dikuasai sebagai bahasa internasional.

Dalam penyampaiannya, beliau secara khusus menyoroti kemampuan berbahasa Inggris, terutama keberanian siswa dalam berbicara atau speaking. Menurutnya, pembelajaran bahasa Inggris tidak cukup hanya berfokus pada teori, tata bahasa, dan hafalan kosakata. Siswa juga perlu berani mempraktikkannya dalam komunikasi sehari-hari.

Beliau mengingatkan bahwa terdapat empat keterampilan utama dalam bahasa Inggris, yaitu listening (menyimak), speaking (berbicara), reading (membaca), dan writing (menulis). Dari keempat keterampilan tersebut, kemampuan berbicara menjadi salah satu aspek yang perlu terus dilatih agar siswa mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif.

“You don't need perfect grammar, you don't need fancy vocabularies to speak.” Artinya, siswa tidak harus memiliki tata bahasa yang sempurna atau kosakata yang rumit untuk mulai berbicara dalam bahasa Inggris.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Siswa tidak perlu takut salah dalam menyusun kalimat atau mengucapkan kata-kata bahasa Inggris. Hal terpenting adalah memiliki kemauan untuk mencoba, berlatih, dan terus memperbaiki kemampuan.

Ibu Errista juga mengajak siswa untuk berani bertanya pada diri sendiri, mengapa masih merasa takut berbicara bahasa Inggris, padahal kemampuan tersebut dapat berkembang melalui latihan yang konsisten. Keberanian untuk memulai menjadi langkah awal dalam membangun kepercayaan diri dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.

Melalui amanat tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya memahami bahasa Inggris secara teori, tetapi juga mampu menggunakannya dalam percakapan sederhana, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris dapat menjadi pengalaman yang lebih nyata, menyenangkan, dan bermanfaat.

Sebagai penutup, Ibu Errista Dewanti menyampaikan pesan agar siswa tetap menjaga keseimbangan dalam mempelajari bahasa. Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa Jawa, dan kuasai bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Pesan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh siswa SMK Muhammadiyah 1 Tempel untuk menjadi generasi yang bangga terhadap bahasa nasional, peduli terhadap budaya daerah, serta siap berkomunikasi dan bersaing di tingkat global.

Sebab, menguasai bahasa bukan hanya tentang mengetahui kata dan aturan, melainkan juga tentang keberanian menyampaikan gagasan, membangun komunikasi, dan membuka lebih banyak kesempatan di masa depan.

#Berita
SHARE :
Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
LINK TERKAIT